MAKALAH
KONSEP
DASAR
MANAJEMEN PENDIDIKAN
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata
Kuliah :
Manajemen Pendidikan
Dosen
Pengampu : Labib Sajawandi, M.Pd
Di susun oleh :
Khafidotul Agustiani (2021 111
002)
Sholihatun
Nisa (2021 111 114)
Edward
Muslim (2021 111 236)
Rizqotul
Maula (2021 111 265)
Kelas : A
TARBIYAH/ PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN

2013
BAB
I
PENDAHULUAN
Pada
sektor pendidikan, setiap penyelenggara pendidikan dituntut untuk selalu
meningkatkan kinerjanya sehingga dapat mewujudkan manusia terdidik (educated human being) yang mempunyai life skills yang berkualitas tinggi.
Membentuk manusia yang terdidik bukanlah suatu hal yang mudah. Disinilah
diperlukan kesinergian dari fungsi-fungsi manjemen yang ditata secara kreatif
dan professional.
Dalam
makalah ini dibahas pengertian manajemen
dan pendidikan, pengertian dan ruang lingkup manajemen pendidikan, serta
prinsip-prinsipdalam pengelolaan manajemen.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manjemen dan Pendidikan
a) Pengertian Manajemen
Manajemen didefinisikan oleh Parker
Follet (Daft dan Steers, 1986) sebagai “the art of getting things done
through people” atau diartikan lebih luas sebagai proses pencapaian tujuan
melalui pendayagunaan sumebr daya manusia dan material secara efisien.
Menurut
G.R. Terry, Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah
tujuan-tujuan organisasional atau maksud yang nyata.
Menurut
Hilman, Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan
orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut
Ricky W. Griffin, Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai
sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat
dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang
ada dilaksanakan secara benar, terorganisir,dan sesuai dengan jadwal.
Menurut
Drs. Oey Liang Lee, Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut
William H. Newman, Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan
memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
Menurut
Renville Siagian, Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak
dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli terlatih serta
berpengalaman.
Menurut
Prof. Eiji Ogawa, Manajemen adalah perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian
kegiatan-kegiatan termasuk sistem pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha
dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat
disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Menurut Federick Winslow Taylor, Manajemen adalah suatu percobaan yang sungguh-sungguh
untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan
organisasi lain) atau setiap system kerjasama
manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan
menggunakanalat-alatperumusan.
Menurut
Henry Fayol, Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu,
merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.
Menurut
Lyndak F. Urwick, Manajemen adalah forecasting
(meramalkan), planning organizing
(perencanaan pengorganisiran), commanding
(memerintahklan), coordinating (pengkoordinasian)
dan controlling (pengontrolan).
b) Pengertian Pendidikan
Secara historis, pendidikan dalam arti
luas telah mulai dilaksanakan sejak manusia berada di muka bumi ini. Adanya
pendidikan adalah setua dengan adanya kehidupan manusia itu sendiri. Dengan
perkembangan peradaban manusia, berkembang pula isi dan bentuk termasuk
perkembangan penyelenggaraan pendidikan. Ini sejalan dengan kemajuan manusia
dalam pemikiran dan ide-ide tentang pendidikan.
Menurut Herman H. Horne,
sebagaimana dikutip pendapatnya oleh Muzayyin Arifin mengatakan bahwa
pendidikan adalah suatu proses penyesuaian diri manusia secara timbal balik
dengan alam sekitar, dengan manusia dan dengan tabiat tertinggi.
Menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan adalah daya
upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter),
pikiran (intelektual) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh terpisahkan
agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan dan penghidupan anak
yang kita didik sesuai dengan dunianya dan dapat mencapai keselamatan dan
kebahgiaan yang setinggi-tingginya.
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu
yang tidak dapat dilihat.
B. Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan dapat didefinisikan
sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan
efisien.
Definisi yang lain mengenai manajemen
pendidikan adalah sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Lebih lanjut Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya
ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan yang terkandung dalam definisi
tersebut sebagai berikut :
1.
Manajemen
merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dari, oleh dan bagi manusia.
2.
Rangkaian kegiatan
itu merupakan suatu proses pengelolaan dari suatu rangkaian kegiatan pendidikan
yang sifatnya kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk
memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, tujuan kegiatan pendidikan ini
tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
3.
Proses
pengelolaan itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam
suatu organisasi sehingga kegiatannya harus dijaga agar tercipta kondisi kerja
yang harmonis tanpa mengorbankan unsur-unsur manusia yang terlibat dalam
kegiatan pendidikan itu.
4. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan
yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap
organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).
5. Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
C. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
Substansi yang menjadi garapan manajemen
pendidikan sebagai proses atau disebut juga sebagai fungsi manajemen adalah:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan (motivasi, kepemimpinan,
pengambilan keputusan, komunikasi, koordinasi dan negosiasi, serta pengembangan
organisasi)
4. Pengendalian meliputi pemantauan
(monitoring), penilaian dan pelaporan.
D. Fungsi-fungsi Manajemen
Dalam
membahas manajemen pendidikan tidak lepas dari pembahasan tentang fungsi-fungsi
manajemen. Fungsi-fungsi ini akan menunjukkan kepada
kegiatan-kegiatan para manajer, pemimpin suatu lembaga dan apa yang harus dilakukan
oleh manajer. Pengetahuan tentang fungsi-fungsi manjemen
sangat diperlukan agar para manajer dapat mencapai yjuan organisasi dengan
efektif dan efisien. Fungsi-fungsi manjemen menurut George R. Terry, yaitu:
1.
Perencanaan (planning) yaitu
sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan
dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala
kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan
merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.
2.
Pengorganisasian (organization)
yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka
menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.
3.
Penggerakan (actuating) yaitu
untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja
masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi
agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa
memcapai tujuan.
4.
Pengawasan (controlling)
yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan
rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi
agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari
rencana.
E. Prinsip—Prinsip Pengelolaan dala
Manajemen
1. Prinsip Efisiensi
Administrator
akan berhasil dalam tugasnya bila ia menggunakan semua sumber tenaga, dana, dan
fasilitas yang ada secara efisen.
2. Prinsip Pengelolaan
Administrator
akan memperoleh hasil yang paling efiktif dan efisien dengan cara melakukan
pekerjaan manemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan
melakukan pemeriksaan.
3. Prinsip Kepemimpinan yang Efektif
Seorang
admintrator akan berhasil dalam tugasnya apabila ia memiliki gaya kepemimpinan
yang efektif, yakni memperhatikan hubungan antar manusia. Adapun gaya kepemimpinan yang efektif adalah
mampu memlihara hubungan baik dengan bawahannya. Disamping itu juga harus
memperhatikan pembagian dan penyelesaian tugas bagi setiap anggota organisasi
yang sesuai dengan pekerjaannya.
4. Prinsip Kerjasama
Administrator
dikatakan berhasil dalam melaksanakan tugasnya bila ia mampu mengembangkan
kerjasama antara seluruh anggota baik secara horizontal maupun secara vertikal.
5. Prinsip Pengutamaan Tugas Pengelolaan.
BAB III
PENUTUP
Manajemen
pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan.
Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan,
dan penilaian. Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai,
bagaimana mencapai, berapa lama, berapa orang yang diperlukan, dan berapa
banyak biaya yang diperlukan.
Dalam membahas
manajemen pendidikan tidak lepas dari pembahasan tentang fungsi-fungsi manajemen,
yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), penggerakan (actuating), pengawasan (controlling). Fungsi-fungsi
ini akan menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan para manajer, pemimpin suatu
lembaga dan apa yang harus dilakukan oleh manajer. Pengetahuan tentang fungsi-fungsi manjemen
sangat diperlukan agar para manajer dapat mencapai yjuan organisasi dengan
efektif dan efisien.
Kerangka konsep dasar manajemen
pendidikan adalah
untuk seorang manajer,
suatu teori tentang manajemen sangat berfungsi dalam memecahkan masalah-masalah
yang timbul. Oleh karena itu, falsafah, asumsi, prinsip-prinsip dan teori
tentang manajemen merupakan landasan manajerial yang harus difahami dan
dihayati oleh manajer. Keterkaitan cara pandang tentang manajemen, falsafah,
asumsi, dan prinsip, serta teori-teori dijadikan dasar kegiatan manajerial.
DAFTAR PUSTAKA